Info

KeludLebaran ga jadi meletus.

Letusan terakhir (1990) terjadi ketika temperatur air kawah sekitar 45 deg C dan buih putih sudah memenuhi semua danaunya. Saat itu Echin masih imut-imut banget dan tercatet sebage murid TK Wijaya yang masih cukup sering disuapin mama. Hahaha….I Love U, Mama.

Saat ini temperatur-nya masih di sekitar 36 deg C dan buih putih sembulan gas magmatik masih setempat2. Meski beberapa hari lalu sempat terjadi ratusan kali gempa dalam sehari. Hhiii…..

Nah ini bukan untuk menakut-nakuti tapi untuk berjaga-jaga saja, apa yang mesti dilakukan apabila ada gunung meletus. Panduan yang dibuat oleh Pak Amien Widodo dari ITS ini moga-moga berguna.

* Dokumen untuk Masyarakat sekitar Gunung Kelud (untuk saya juga)

Ada bebrapa hal penting yang perlu diingat-ingat adalah kenali dan catat tanda-tanda alam yang biasanya akan muncul sebelum bencana akan meletus atau akan mengeluarkan sesuatu. Menurut Pak Amien, untuk itu perhatikan, dengarkan dan rasakan adakah sesuatu yang berbeda di sekitar kita bila dibandingkan dengan keadaan biasanya misalnya :

* Hewan-hewan liar yang berlarian turun atau bersuara keras dan nampak gelisah. Atau hewan-hewan peliharaan kita apa menunjukkan gejala yang sama (misal burung dalam sangkar terbang gelisah, nabrak-nabrak sarang). Ini terjadi karena sifat material yang akan pecah atau tergerus akan mengeluarkan gelombang elektromanetik sehingga membuat hewan-hewan menjadi gelisah atau melakukan hal-hal yang tidak biasa. Atau adanya peninglatan panas di kawah gunungapi, dan peningkatan gempa vulkanik

* Ada suara keras yang tidak pernah didengar sebelumnya misalnya suara gemuruh akibat kubah lava yang runtuh atau akibat longsor, ada kebakaran hutan,ada pohon yang tumbang akibat longsor, dll.

* Ada bau yang aneh yang tidak biasanya misal bau aneh (bisa bau belerang, bau basin yang menyengat).

* Ada perubahan mendadak sehingga kulit kita merasakan sesuatu yang tidak biasanya misalnya merinding.

Untuk diketahui juga Menurut Vulkanologi Survey Indonesia sistem pemantauan sehari-hari G.Kelud dipusatkan di Pos Pengamatan Margomulyo, meliputi pemantauan visual dari warna, ketebalan dan tinggi asap solfatara dan cuaca di sekitar puncak. Disamping itu pula dilakukan pengamatan langsung ke kawah meliputi pengukuran suhu air dan pengamatan perubahan warna air kelut serta pengamatan pergeseran gelembung-gelembung gas yang muncul yang dapat diamati pada permukaan air kawah. Selain secara visual pemantauan G. Kelud juga dilakukan dengan metoda sismisitas atau kegempaan.

Tanggapan

  1. alo Pak Dhe…

    wes ngungsi nang ndi?


Beri tanggapan

Your response: